Postingan

Hallo, 2022!

Gambar
"T idak penting apa yang orang lain katakan terhadap apa yang telah kita lakukan atau kerjakan. Yang terpenting adalah kita telah menunaikannya dengan baik, dengan jujur dan amanah. Karena apa yang kita lakukan itulah yang akan menjadi nilai kita dimata Sang Pencipta dan sesama manusia." sumber foto :  https://cutelovequotesforher.org Well, hei. Sudah lama rasanya tidak bersapa ria. Menulis menjadi hal yang sangat aku rindukan akhir-akhir ini. Tapi entah mengapa, rasanya tanganku enggan menyentuh tuts keyboard untuk sekedar mengetik kata "Hallo". Tapi, terus saja aku mencoba dan berusaha sampai akhirnya aku bisa menulis blog pertamaku di bulan Januari 2022. Bagaimana rasanya? Puas sekali. Aku ingin berbagi segala hal yang aku alami selama tahun 2021 tapi aku kebingungan entah harus memulainya dari mana. haha... Baiklah, aku akan menceritakan tentang satu hal yang selalu menjadi pedomanku untuk bersikap dan berperilaku (jika aku tidak lupa untuk melakukannya, wkwkwk)...

Kamu Bisa Memulainya Lagi

  Kamu boleh merasa gagal, tapi satu hal yang harus kamu ingat, Na, kamu tidak boleh berhenti mencoba.  Aku tahu, mungkin ini memang berat untuk kita, tapi bukan berarti ini tak dapat diselesaikan, bukan?  Akan selalu ada hal-hal yang membuat kita tertawa, menangis, terguncang atau tenteram, terjatuh dan bangkit. Karena kehidupan akan terus berputar.  Aku selalu di sini, memelukmu. Melindungi segala sakitmu, lelahmu, lemahmu, luka dan isak tangismu. Aku di sini untuk menemanimu.  Hadirku, boleh jadi tak kamu sadari, Na. Tapi cintaku padamu takkan terhenti. Akan selalu tumbuh, bersemi dan abadi.  Memelukmu, merangkulmu, menyanggamu, membersamai setiap momen dalam hidupmu.  Sebab akulah cintamu. Cinta jiwa pada raganya yang jarang terdengar di sorak keramaian.  Sebab, akulah jantungmu. Degup rindu yang sering terabaikan saat kau tak menemui kesulitan.  Aku di sini, membersamaimu.  Aku di sini, selalu mencintai dan menyayangimu. Sepenuh hat...

Hallo June, aku ingin kembali.

Gambar
Aku lupa, kapan tepatnya aku berpisah dengan buku ajaibku. Alasan lembaran yang tersisa hanya berjumlah 15 membuatku merasa enggan menulis lagi, karena tak ingin buru-buru mengucapkan selamat tinggal pada diary ungu kesayanganku.  Alasan kedua, aku telah lama tak bertegur sapa dengan blogku, karena ponselku tidak kompatibel dengan web blogger terbaru, dan ketika mencoba memaksakan mengetik di ponsel, justru membuat isi blogku semakin berantakan. Entah kenapa, akhir-akhir ini aku merasa bahwa aku lebih cepat menyerah. Kadang aku berpikir, apakah aku tidak lagi menikmati sesi-sesi kehidupan yang "menurut sebagian orang" Justru sedang asyik-asyiknya untuk diisi, dinikmati dan dilalui dengan berbagai ekspresi. Aku memutuskan untuk berhenti bertanya pada diriku sendiri, setelah aku menyadari bahwa bertanya tanpa mendapatkan jawabannya adalah hal yang menyebalkan. Dan bertanya tanpa pernah tahu jawabannya adalah hal yang kurasa sia-sia, meski mungkin kenyataannya ti...

Dialog hati

Jika rasa bosan mulai mencapai puncaknya, aku ingin menangis. Menangisi segala hal yang terlewat olehku tanpa memiliki kesempatan untuk memperbaikinya. Berharap, jarum jam akan mulai berputar ke kiri dan mengembalikan waktuku yang hilang tanpa kusadari. Tapi sayang sekali, air mataku tidak keluar dan jarum jam tetap berputar ke kanan dengan keras kepala. Saat ceriaku mulai redup, aku ingin membaca pesan-pesan berisikan semangat darimu. Sihir apa yang ada di dalamnya sampai aku merasa terbangun kembali dari kelesuan yang seolah nampak tak henti? Membuatku tersenyum dan berkata, "aku pasti baik-baik saja jika dengamu." Tapi Hey, siapa kau? Berani sekali memastikan kebahagiaanmu jika bersama orang lain tanpa tahu apakah mereka pun demikian atau sebaliknya. Pada malam yang menjelang sunyi, dan dini hari sepi yang mulai menyelimuti aku memeluk diriku sendiri. Menunggu air mata yang tak kunjung menghampiri, atau menanti jarum jam yang mungkin 'kan berubah haluan dan mulai ber...

Gara-Gara Mamah

Gambar
Aku ingin menuliskan tentang rangkaian cerita bersama beliau. Bagaimana kesalnya aku pada beliau, Ibuku, yang sering kupanggil Mamah. Banyak hal yang tak bisa kuurai satu-persatu, bagaikan kumpulan benang kusut yang bersatu padu, saling bertautan sampai tak diketahui mana ujung mana pangkal. Tapi, aku adalah anak dari seorang Ibu yang kupanggil Mamah. Jelas, aku tahu bagaimana awal mula aku hadir di dunia ini. Hadir di tempat yang sama sekali asing untukku. Tempat yang membuatku banyak mengetahui hal baru. Tempat yang memberiku banyak tantangan dan rintangan, tapi tatkala kulihat wajah Mamah, seolah senyumnya selalu berkata :"kamu pasti bisa  melakukannya." Ya, Mamahku, Ibuku. Orang yang mengandungku, melahirkanku, menyusuiku, merawatku, anak-anaknya dengan penuh cinta kasih dan perhatian. Tak sedikitpun ada kekecewaanku pada beliau, kalaupun ada itu karena aku belum menyadari bahwa  semua nasihat beliau adalah seumpama permata yang amat berharga untukku. B...

Kisah Kasih Bapak

Gambar
Bapakku, sosok lelaki yang menggoreskan cinta terdalam di sanubari. Bapakku, seorang lelaki kurus dengan badan tinggi dan kulit sawo matang. Bapakku, cinta pertama dalam hidupku yang tidak bisa tergantikan. Tetesan peluhnya menjadikanku bisa bertahan hidup sampai detik ini.  Bapakku, semoga Allah menyayangimu lebih dari kasih sayang yang telah kau beri untukku sampai detik ini. 3 tahun lamanya, Bapakku harus mengisi kekosongan posisi Mamah di rumah. Hari ini aku sadar, bahwa itu tidaklah mudah. Dulu, aku selalu menilai bahwa Bapak tidak menyayangi aku, anaknya. Semua beban tugas rumah tangga harus dikerjakan olehku, padahal aku lelah seharian sekolah dan disuguhkan pekerjaan rumah. Tapi aku alpa saat itu, tidak teringat bagaimana lelahnya Bapak yang seharian berdiri untuk bekerja di bawah teriknya mentari yang menyengat kulit. Membuat kulitnya yang sawo matang semakin legam. Membuat lelahnya mencari nafkah bertambah-tambah karena memikirkan anak-anak di rumah. ...

Salah Kamar (1)

Gambar
 Sabtu kemarin aku diajak Ambu untuk rekreasi. Mengajak anak-anak berenang di kolam renang keluarga, the Bagelen Son. Sekitar pukul 08.10 WIB kami tiba di tempat.  Anak-anak yang memang sudah siap sedia sejak dari rumah tinggal melepas pakaian luar saja. Karena mereka sudah memakai swimsuit dan dilapis baju luar. Sehingga, sampai lokasi tidak terlalu ribet berganti pakaian. Satu-persatu mereka menuruni anak tangga menuju kolam. Byur.... suara Kakang meloncat ke kolam itu.   Dede digendong Babah, perlahan mulai berjalan di air. Sambil tertawa-tawa riang. Diikuti Aa yang juga tertawa melihat tingkah polah sang adik bungsu.  Ambu memintaku untuk berganti baju. Aku dengan segera mengangguk dan berkata iya. Lalu bertanya di mana letak kamar ganti. Ambu pun menunjukkannya padaku. Aku berjalan, dari tempat dudukku aku hanya tinggal berjalan lurus. Aku melihat tulisannya "Kamar Ganti" berseberangan dengan toilet pria.   Tanpa ragu aku ...